Jalanin dulu aja….nanti juga nyampe (Oray Tapa)

Jalanin dulu aja….nanti juga nyampe (Oray Tapa)

Yes, itulah hikmah dari perjalanan 5 jam 10 jam yang kami tempuh pada Sabtu, 27 Januari 2020.

Oray Tapa adalah tempat tujuan kami untuk melakukan hiking. Tempat ini berlokasi di daerah Bandung Timur. Dari daerah sindanglaya naik ke atas sampai anda menemui jalan rusak bebatuan, nah disitu lah tanda bahwa anda sudah mendekati Oray Tapa. Terdapat sebuah warung dan pos tua yang sudah tak berhuni

Kami sampai di lokasi ini pada pukul 09.30 AM WIB. Tempat ini tidak begitu sepi, namun tidak terlalu ramai juga, terdapat beberapa orang yang sedang berkumpul di depan warung, mungkin mereka hendak camping, dan segerombolan bapak-bapak motorcross. Hal pertama yang kita lakukan adalah menitipkan motor kami kepada pemilik warung, siapa tau kami bakal pulang telat dari perkiraan awal (hahaha…..)

oray tapa start point
Titik Awal Oray Tapa

10.30 AM WIB, perjalanan sejauh ini lancar, aku pun sangat menikmati nya, akhirnya aku tidak belum mengalami selip saat mendaki medan di hutan/pegunungan seperti ini, cuacanya pun cerah, udara di hutan begitu segar, sejauh mata memandang, banyak sekali tanaman hijau bertebaran, dan tentu saja pepohonan, diiringi dengan suara merdu dari binatang-binatang yang ada di hutan.,, sebelum nantinya kami akan disambut oleh suara galak dari Anjing penjaga hutan yang dimiliki oleh warga sekitar.

Namun selain itu, perjalanan nya berjalan sangat mulus dan aku saat ini masih menikmatinya..(I still don’t have any idea what going happened to me next…..)

Jam 12.00 sekian…kami kembali berjalan dan berjalan… entah berapa km yang sudah kami tempuh, sejauh ini jarak belum terasa penting bagi ku, yang penting adalah aku menikmati perjalanan ini, dan jalan nya pun tidak terlalu curam atau landai… Tentu saja aku pun tidak terpikirkan hal lain, aku terlalu sibuk menikmati keindahan alam yang diberikan secara gratis untuk kita. Dan tentu saja beristirahat sejenak, sambil mengambil foto-foto di alam sekitar

Dimulai dari sini, medan perjalanan pun berubah, yang awalnya kami lebih sering mendaki, kali ini kami lebih sering menemui jalan turun, yang cukup curam, aku pun sangat kewalahan menemui jalan seperti ini, menguras stamina, dan tentu saja aku pun jatuh saat melalui jalan seperti ini, untung lah hanya tangan saja yang lecet, kalau hati yang terluka kan berabe nanti.

Sepatu anti selip, orang nya sih masih suka selip 🙁

Namun tidak semuanya terasa melelahkan, obrolan humor beserta teman-teman membuat suasana cair dan hangat, dan terlebih lagi aku menemui bunga-bunga liar cantik yang ada di belantara hutan ini, super sekali.

Bunga di tengah hutan

Jam menunjukan 14.30, akhirnya kembali menemui kehidupan, dan menemui makanan. Terdapat sebuah warung yang menyajikan aqua,gorengan, indomie, bla bla, tipikal warung seperti biasanya. Akhirnya bisa mengisi stamina juga, indomie goreng telor, dan 2 gorengan sangat membantu, dan tambah 1 aqua (Ngutang dulu ke temen ga bawa cash soalnya 🙁 )

Seharusnya aku beristirahat dulu, rebahan, atau apapun itu. Namun aku belum menyadari bahwa aku membutuhkan istirahat.

Perjalanan kami lanjutkan ke Bukit Moko, dan disana kami diharuskan membayar 15rb per orang, dikarenakan bukit moko adalah kawasan wisata, namun untungnya kami dapat bernegosiasi harga dan mendapatkan harga yang lebih bersahabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Just for fun